News

Hari Anak Nasional: Mizuiku Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Air di SDI PB Soedirman Cijantung, Konservasi Rata-rata 15.000 Liter Air Per Bulan

Salah satu sub tema Hari Anak Nasional 2022 adalah “Anak Tangguh, Indonesia Lestari” yang sejalan dengan misi Mizuiku untuk terus memberikan edukasi pelestarian air bersih kepada anak-anak 

Fasilitas “Pengolahan Air Limbah Cuci Tangan Menjadi Air Bersih Siap Pakai” Merupakan Wujud Nyata dari Proyek Mizu, kompetisi inovasi konservasi air antar sekolah Mizuiku

 

Jakarta, Indonesia, 25 Juli 2022 – Suntory Garuda Beverage (SGB) rayakan Hari Anak Nasional 2022 dengan meresmikan fasilitas “Pengolahan Air Limbah Cuci Tangan Menjadi Air Bersih Siap Pakai” di SDI PB Soediman, Cijantung. Fasilitas ini adalah perwujudan dari ide anak-anak dan guru SDI PB Soediman saat mengikuti Proyek Mizu, kompetisi inovasi konservasi air antar sekolah binaan Mizuiku, pada akhir tahun 2021. Fasilitas pengolahan limbah air ini dapat mengkonservasi air rata-rata 525 liter air per hari, sekitar 15.000 liter per bulan atau setara dengan konsumsi air minum untuk 250 orang dewasa. Fasilitas pengolahan limbah air tersebut membuktikan Mizuiku telah memberi dampak positif dalam aspek sosial, lingkungan dan ekonomi kepada masyarakat.

Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer & President Director, Suntory Garuda Beverage, mengatakan, “Lewat ratusan sekolah binaan Mizuiku yang tersebar di enam daerah di seluruh Indonesia, Mizuiku secara bertahap telah berhasil menciptakan komunitas anak-anak usia sekolah dasar berkarakter dan lebih cinta lingkungan. Dari aspek lingkungan, tak terkira sudah hasil konservasi air bersih yang berhasil Mizuiku lakukan sejak 2019. Konservasi ribuan liter air bersih per bulan yang berhasil dilakukan SDI PB Soedirman ini adalah satu satu buktinya. Jadi jelas bahwa dari hari ke hari, dampak positif program Mizuiku bagi Indonesia semakin nyata. Dengan demikian, kami dari SGB, juga semakin antusias dan bersemangat untuk terus menjalankan Mizuiku di Indonesia.”

Fasilitas pengolahan limbah air ini bermula dari pengamatan anak-anak dan guru yang menyadari jumlah air yang dipakai untuk cuci tangan di masa pandemi meningkat drastis, hampir 200% dari kondisi normal. Otomatis jumlah limbah air juga melonjak. Maka muncul ide untuk membuat fasilitas pengolahan limbah air agar dapat dipergunakan kembali untuk berbagai keperluan sekolah. Ide tersebut dipresentasikan oleh guru dan anak-anak saat berpartisipasi dalam Proyek Mizu dan ternyata berhasil meraih juara pertama.

Drs. Zulfikri Anas, M.Ed., Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), RI, mengatakan, “Dimulai pada tahun 2022 ini, Kemendikbudristek memiliki tiga opsi kurikulum, salah satunya adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka melanjutkan kurikulum  sebelumnya yang berbasis kompetensi. Kurikulum ini menerapkan pembelajaran projek sebagai bagian dari kegiatan intrakurikuler. Pembelajaran projek bertujuan untuk penguatan karakter profil pelajar Pancasila melalui kegiatan-kegiatan nyata yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui projek ini siswa memiliki kesempatan luas secara aktif mengeksplorasi isu-isu  aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, termasuk pengolahan air limbah cuci tangan menjadi air bersih siap pakai ini.”

“Tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak Kemendikbudristek dan sekolah-sekolah saja, namun kita semua, termasuk swasta. Oleh karena itu, saya sangat senang melihat berbagai gebrakan Mizuiku dari SGB, terlebih aktivitas-aktivitas yang mendukung kurikulum pembelajaran berbasis proyek seperti fasilitas pengolahan limbah air ini. Saya dengar ada sekolah-sekolah binaan Mizuiku lain di Gowa, Tangerang, Sidoarjo, Pati dan Banjarmasin yang juga memiliki proyek-proyek yang tak kalah hebatnya,” tambah Zulfikri Anas.

Edhy Sumarno, S.Pd, Kepala Sekolah SDI PB Soedirman, mengatakan, “Kami sangat bangga dengan inovasi konservasi air yang digagas oleh anak-anak didik kami. Dampak konservasi air dari fasilitas pengolahan limbah air cuci tangan ini sangat nyata dan terukur dirasakan oleh siswa, guru, orang tua dan masyarakat sekitar sekolah kami. Padahal fasilitas pengolahan limbah air ini baru mencakup satu gedung kelas kami saja. Dengan keberhasilan fasilitas tersebut, terdapat dua hingga tiga gedung sekolah yang kami harapkan juga dapat kami kelola limbah airnya di kemudian hari. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SGB yang mendukung penuh program pelestarian air bersih dan lingkungan di sekolah kami.”

Tasya Kamila, selebriti Indonesia yang peduli dengan pelestarian lingkungan, turut memberi dukungan atas program-program konservasi air Mizuiku. “Merayakan Hari Anak Nasional 2022 dengan meresmikan fasilitas pengolahan limbah air dapat menjadi contoh yang baik bagi institusi pendidikan lain. Telah tiba waktunya bagi sekolah-sekolah agar semakin gencar mengedukasi para siswanya dengan bahan ajar pelestarian air bersih dan lingkungan. Sebagai seorang ibu, saya akan sangat senang dan bangga jika sekolah anak saya memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian air bersih dan lingkungan. Apalagi saya dengar fasilitas pengolahan limbah air di SDI PB Soedirman ini menjadi bahan ajar bapak dan ibu guru untuk berbagai mata pelajaran, dari agama (hindari sikap mubazir air), tematik (hak dan kewajiban pemakaian air) hingga Bahasa Inggris “save the water.” Hal inilah yang membuat saya sangat mendukung program Mizuiku dari SGB. Karena Mizuiku memberikan edukasi keilmuan tentang pelestarian air bersih, membentuk karakter anak cinta air dari aspek paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mematikan keran air jika tidak terpakai hingga memotivasi anak-anak untuk berinovasi untuk melestarikan air.”

Proyek Mizu adalah kompetisi inovasi konservasi air antar sekolah binaan Mizuiku yang berlangsung pada Oktober hingga Desember 2021. Diikuti oleh 24 sekolah dasar, 3,430 peserta dari enam daerah di seluruh Indonesia (Jakarta, Tangerang, Bogor, Gowa, Banjarmasin dan Sidoarjo). SDI PB Soedirman berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh SDN Gunung Putri 05, Bogor (1.575 liter); SDN Periuk 6, Tangerang (2.250 liter); SD Bontomanai, Gowa (nilai konservasi air 750 liter); dan SDN Pondok Makmur, Tangerang (96 liter) sebagai juara kedua, ketiga, harapan pertama dan kedua.

###

Tentang Suntory Group (Jepang)

Suntory Group adalah salah satu perusahaan produk konsumen terkemuka di dunia, yang menawarkan portofolio beragam produk minuman dalam kemasan, mulai minuman teh, air dalam kemasan, minuman ringan berkarbonasi, kopi siap konsumsi dan minuman penambah energi, serta produk kesehatan dan kebugaran. Suntory adalah produsen minuman ringan Orangina, Lucozade, Ribena, BOSS coffee, Iyemon green tea, Suntory Tennensui water, TEA+ Oolong Tea, V, BRAND’S, serta produk kesehatan dan kebugaran populer merek Sesamin EX.

Berdiri sebagai bisnis keluarga pada tahun 1899 di Osaka, Jepang, Suntory Group telah berkembang menjadi perusahaan multi-nasional, dengan daerah operasional di seluruh Amerika, Eropa, Asia dan Oseania dengan pendapatan tahunan (tidak termasuk bea cukai) $19.8 milyar pada tahun 2021. Kami didorong oleh semangat Yatte Minahare – semangat untuk maju pantang mundur – dan 40.275 karyawan kami di seluruh dunia memanfaatkan perpaduan unik kearifan lokal Jepang dengan rasa yang diterima masyarakat dunia untuk mengeksplorasi kategori dan pasar produk-produk baru.

Sebagai perusahaan yang mempersembahkan kebaikan air dan alam kepada para pelanggan, kami berkomitmen menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara manusia dan alam. Senantiasa menginspirasi untuk Bertumbuh untuk Kebaikan, kami bertekad untuk berkontribusi aktif terhadap masyarakat luas melalui perlindungan sumber air bersih, menjaga keharmonisan komunitas dan mengembangkan seni.

Pelajari lebih lanjut mengenai Grup Suntory, merek, dan komitmen kami untuk tanggung jawab sosial di www.suntory.com, juga di Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan YouTube.

Tentang Suntory Beverage and Food (SBF)

Suntory Beverage & Food Ltd (SBF) adalah perusahaan minuman ringan global dengan pendapatan konsolidasi sekitar $11 milyar pada tahun 2021. Berkantor pusat di Jepang dan terdaftar di Bursa Efek Tokyo sejak 2013, SBF memperluas bisnisnya dengan beragam portofolio minuman ringan dan platform terintegrasi secara global di lima benua: Jepang, Eropa, Asia, Oceania, dan Amerika. Visi SBF adalah untuk memperkaya pengalaman minum konsumen menjadi lebih alami, sehat, nyaman, dan memuaskan, dengan memimpin revolusi minuman berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.suntory.com/softdrink

Tentang Suntory Garuda Beverage (SGB)

Suntory Garuda Beverage (SGB) merupakan salah satu perusahaan minuman ringan paling ternama di Indonesia. Perusahaan induk kami adalah Grup Suntory yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang yang merupakan perusahaan multinasional dan pemimpin industri minuman di dunia. SGB memproduksi beragam produk minuman, mulai dari minuman jelly Okky; teh siap minum Mountea; teh dalam botol MYTEA dan air rasa kebaikan alami - Good Mood. Sejalan dengan filosofi Suntory Group "Mizu To Ikiru" SGB memperluas dan memperkaya program CSR dan Sustainability dengan fokus pada konservasi air, pengolahan sampah plastik dan pengurangan emisi CO2, serta memperoleh apresiasi sebagai salah satu pemenang pada Indonesia Top CSR Award 2022. Komitmen kami kepada masyarakat mencakup kegiatan pendidikan seperti edutalk di kampus dan kunjungan pabrik, serta bantuan tanggap bencana dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Pada bulan Februari 2019, SGB memulai program “Mizuiku-Aku Cinta Air Bersih” yang mengajarkan generasi muda mengenai pentingnya air bersih dan pelestarian sumber daya air. SGB akan terus berusaha untuk memperkaya kehidupan konsumen dengan mengembangkan produk-produk baru yang inovatif, membagikan nilai-nilai kami, membawa manfaat bagi karyawan dan mitra bisnis kami, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat tempat kami melakukan bisnis.

 

Kontak Media 

Evelyn Indriani

Head of Corporate Relation and Communication

Mobile: +62 812 8984 6200

Email: evelyn.indriani@suntorygaruda.com

communication@suntorygaruda.com

Nurina Ayuwardhani

Konsultan, Cognito Communications Counsellors

Mobile: +62 812 9403 919

Email: nurina_ayuwardhani@cognito.co.id